Senin, 23 November 2015

Mengapa Memakan Daging Sapi Haram Bagi Umat Buddha

Mengapa Memakan Daging Sapi Haram Bagi Umat Buddha? Umat Buddha Dalam Aliran Tertentu Tidak Memakan Daging Sapi Atau Bahkan Tidak Memakan Daging-Dagingannya Karena Lebih Cinta Dan Welas Asih Terhadap Sesama Mahluk Hidup.

Makan daging umum terjadi di India di masa Buddha. Namun, ada beberapa sekte keagamaan seperti Nigantha yang komitmennya terhadap doktrin tidak-merusak dan tidak-menyakiti (Ahimsa) sedemikian besar, sehingga mereka tidak makan daging sama sekali. 



Selain Sapi Merupakan Hewan Suci Bagi umat Hindu. India sebagai negara dengan mayoritas pemeluk Hindu terbesar memberlakukan perlindungan kepada hewan ini dengan mengesyahkanya melalui peraturan undang-undang yang melarang pembantain terhadap sapi dan anak sapi. Pemimpin perjuangan India seperti Mahatma Gandhi sangat menghormati hewan ini dan menganggap sapi sebagai hewan yang merepresentasikan salah satu bentuk perlawanan yang diajarkan oleh Gandhi yaitu Ahimsa. Pada perayaan Keagamaan Hindu, Krisna dilambangkan sedang menunggang sapi sedangkan Siwa dilukiskan menunggang banteng. Krisna adalah pelindung Sapi. Namun tabu untuk membunuh sapi tidak begitu persis ada. Menurut seorang anthropologist, Marvin Harris, alasan pragmatis untuk tidak membunuh sapi adalah karena alasan ekonomis di mana sapi sangat dibutuhkan untuk melalukan pekerjaan-pekerjaan berat, penghasil susu dan sangat membantu dari sisi tenaga.

Tapi Apakah Kamu Tahu Mengapa Memakan Daging Sapi Haram Bagi Umat Buddha?

Memakan daging merupakan topik yang sangat sensitif. Ada beragam pandangan tentang makan daging dan setiap pandangan mungkin benar pada batas tertentu, tetapi pandangan-pandangan tersebut mungkin saja tidak bijaksana. Dalam hal ini, kita harus mengesampingkan pandangan pribadi kita dan bersikap lebih terbuka untuk melihat pandangan Sang Buddha. Hal ini penting sekali karena Beliau adalah Tathagata yang mengetahui dan melihat. Sutta dan Vinaya akan menjadi sumber referensi kita karena di AN 4.180, Sang Buddha berkata bahwa jika bhikkhu tertentu mengatakan sesuatu, yang diklaim sebagai sabda Sang Buddha, maka perkataan tersebut haruslah dibandingkan dengan Sutta (kumpulan khotbah) dan Vinaya (disiplin kebhikkhuan). Jika perkataan tersebut sesuai dengan Sutta dan Vinaya, maka kita dapat menerimanya sebagai sabda Sang Buddha.

Biasa yang aturannya tidak makan daging sapi itu pengikut dewi Kwan IM katanya bapak nya reinkarnasi jadi sapi makanya untuk pengikut dewi Kwan IM tidak boleh makan daging sapi.

Disalah satu kisahnya diceritakan bahwa jaman dahulu kala sapi itu adalah karnivora, suatu hari sisapi bertemu dengan Dewi Kwan IM, karena lapar sisapi hendak memakan Dewi Kwan IM, tapi Sang Dewi tidak membalas ketika sisapi mulai mengigitnya, sisapi pun heran dan bertanya pada Sang Dewi, Kenapa kau tidak marah ataupun melawan saat aku mengigitmu. Sang Dewi menjawab: jika dagingku bisa membuatmu bertahan hidup, aku rela memberikannya padamu. sisapi sangat terkejut dan merasa terharu dengan welas asihnya Sang Dewi. Kemudian mulai saat itu sisapi bersumpah bahwa ia dan keturunannya kelak tidak akan memakan daging lagi, mereka hanya akan memakan rerumputan. Untuk menghormati Si Sapi yg bertobat maka sebagian orang juga tidak memakan dagingnya.

Walaupun Sang Buddha mengijinkan makan daging, Beliau berkata di AN 4.261 bahwa kita menciptakan kamma tak bajik jika kita secara langsung mendorong terjadinya pembunuhan, menyetujui dan berbicara dengan bangga akan hal itu. Karena itu di AN 5.177 Sang Buddha berkata bahwa seorang umat awam tidak boleh berdagang daging, yang dijelaskan di kitab komentar sebagai pengembangbiakan dan menjual babi, ternak, ayam dan lain sebagainya untuk disembelih. Demikian pula, tidak diijinkan untuk memesan, misalnya sepuluh ekor ayam untuk keesokan harinya jika sejumlah binatang tersebut dimaksudkan disembelih untuk seseorang. 

Segala pemikiran, ucapan, atau perbuatan, yang secara langsung atau tidak langsung, berdampak pada perusakan kehidupan jelas bertentangan dengan semangat Agama Buddha, yang banyak memberikan penekanan pada kemurnian, tanpa kekerasan, welas asih, dan menghargai kehidupan. Karena itu, kita harus menguji keotentikan semua teks yang jelas bertentangan dengan semangat ajaran Agama Buddha di atas. Semangat Dharma sangat mendukung vegetarianisme.

Sangat menyedihkan bahwa begitu sedikit yang tergerak oleh nasib para hewan lemah, polos, dan tak berdaya yang dimakan secara rakus tanpa pikir panjang oleh non-vegetarian. Makhluk-makhluk menyedihkan tersebut mungkin dulunya adalah kawan-kawan atau kekasih dari kehidupan kita yang lalu. Apakah para pemakan hewan menyadari bahwa potongan-potongan ikan, domba, daging sapi, atau ayam yang dengan nikmat mereka makan, berasal dari pembunuhan kejam terhadap hewan-hewan, yang dulunya adalah yang mereka sayangi di kehidupan-kehidupan lampau yang sudah terlupakan? Apakah mereka menyadari bahwa mereka sedang mempraktikkan kanibalisme? Apakah mereka punya perasaan secuil simpati saja kepada hewan-hewan menderita, yang berpikir akan dijagal atau sedang dijagal? Karena itu, apakah tidak penting bagi mereka yang menjalani kehidupan keji dengan menu makanan yang mengerikan tersebut, untuk mempertimbangkan permasalahan-permasalahan ini dengan jeli? Ketika sedang melakukan hal itu, mereka seharusnya mengingat betapa pentingnya memiliki sifat cinta kasih (metta) dan welas asih (karuna) tidak hanya untuk manusia, tetapi juga untuk non-manusia.

 

  4 komentar:

  1. Terima kasih...
    Sangat bermanfaat...

    BalasHapus
  2. fakta nya.. budha di myanmar membantai manusia..
    lebih kejam dari manusia membantai binatang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. klo ane bilang muslim radikal ngebunuh org pake bom?...lebih sadis dr iblis,,,ente mau jawab apa bro?jgn salahin agama nya tp salahin manusianya.komen tuh yg bijak jgn nyerang agama orang,apa itu yg diajarin sm agama ente?smoga manusia kyk ente diberi pencerahan,jgn ente maen pukul rata semua budha kyk gt,kasian deh liat orang idup tp belagak buta,ente ga sadar budha di indonesia ga bgitu tiap ada acara rajin baksos buat masyrakat setempat yg notabene bkn agama budha,ente liat budha tzuchi,berapa banyak beasiswa buat anak2 yg ga mampu tp berprestasi,ane aja yg kristen ga sepicik pemikiran ente,bljr agama dulu yg bener bru komen sanah

      Hapus
    2. Pengikut riziq yah gitu.kalao ga sampe genosida terjadi di indonesia mereka baru puas

      Hapus

Popular Posts

Blog Archive